← Kembali

Tim Bank Indonesia Kunjungi Bank Sampah Graha Pena, Jajaki Peluang Kolaborasi

06 Aug 2026 21:15

Tim Bank Indonesia Kunjungi Bank Sampah Graha Pena, Jajaki Peluang Kolaborasi
PALEMBANG - Keberadaan Bank Sampah Graha Pena mulai dilirik oleh sejumlah institusi pemerintah yang mendukung pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan untuk berkolaborasi. Terbaru, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumsel secara khusus berkunjung untuk mempelajari sistem pengolahan sampah dan menjajaki kemungkinan adanya kerja sama dalam pengelolaan sampah tersebut. Pihak Kantor Perwakilan BI Sumsel dipimpin Ekonom Utari Indriani yang didampingi Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah BI Sumsel Nurkolis dan Kepala Unit Keuangan BI Sumsel M Fatoni Hidayat. Rombongan diterima Pemimpin Redaksi (Pimred) Sumatera Ekspres yang juga penanggung jawab Bank Sampah Graha Pena, Martha Hendratmo, kemarin (6/8). Dalam kunjungan tersebut, pihak BI ingin menggali berbagai informasi mengenai tata kelola persampahan yang dilakukan Bank Sampah Graha Pena, mulai dari jumlah peserta atau nasabah, mekanisme operasional, sistem administrasi, proses pemilahan sampah, hingga kerja sama yang telah dibangun dengan berbagai mitra dalam mendukung pengelolaan sampah. Di sana, mereka mendapatkan penjelasan secara detail dari Martha Hendratmo selaku penanggung jawab Bank Sampah Graha Pena. Ia menerangkan bahwa pihaknya menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat. “Sampah yang telah dipilah sesuai jenisnya, seperti plastik, kertas, kardus, logam, dan material lainnya, ditimbang, dicatat sebagai tabungan nasabah, kemudian disalurkan kepada mitra pengolah untuk selanjutnya didaur ulang menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis,” terang Martha. Martha juga menerangkan sampah yang sudah dipilah tersebut nantinya dapat dimanfaatkan menjadi aneka suvenir yang menarik dan bernilai ekonomis. Dalam proses pemilahan sampah itu, pihaknya juga dibantu sejumlah siswa dan mahasiswa magang dari SMA/SMK se-Sumsel serta perguruan tinggi di Sumsel. Dikatakannya pula, keberadaan bank sampah tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah sekaligus memberikan manfaat ekonomi. Selain berdiskusi mengenai sistem pengelolaan bank sampah, kedua belah pihak juga membahas peluang kolaborasi ke depan. Salah satu yang menjadi pembahasan adalah potensi kerja sama pengelolaan sampah di lingkungan Kantor Perwakilan BI Sumsel, termasuk pengambilan sampah yang telah dipilah untuk selanjutnya dikelola melalui Bank Sampah Graha Pena. “Kami sangat siap untuk berkolaborasi, termasuk dalam pengelolaan sampah di BI,” sebut Utari membuka pembicaraan. Utari juga menjelaskan kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya BI Sumsel memperoleh gambaran mengenai pengelolaan bank sampah yang telah berjalan, sekaligus membuka peluang sinergi dengan berbagai pihak dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. “Kami ingin mengetahui bagaimana sistem pengelolaannya dan berbagai hal lainnya. Untuk kolaborasi, nantinya akan kami diskusikan secara internal. Kami akan mengajukan terlebih dahulu hal-hal yang memungkinkan untuk dikolaborasikan,” pungkasnya. (*)