← Kembali

LDII Sumsel-Bank Sampah Graha Pena Sinergi Kelola Sampah Anorganik, Bisa Jadi Contoh Se-Sumsel

27 Jul 2026 19:37

LDII Sumsel-Bank Sampah Graha Pena Sinergi Kelola Sampah Anorganik, Bisa Jadi Contoh Se-Sumsel
PALEMBANG - Sinergi dan kerja sama yang dilakukan Bank Sampah Graha Pena dengan DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) soal program kebersihan lingkungan semakin diperkuat. Senin 27 Juli 2026, tim Bank Sampah Graha Pena menyerahkan wadah atau bak sampah plastik ke kompleks sekretariat LDII Sumsel. Penyerahan ini dilakukan Tim Bank Sampah Graha Pena, Dian Kuntadi, Jumat, dan Taufik Usman kepada Ketua DPW LDII Sumsel H Rahmatullah SAg MSi didampingi Wakil Sekretaris 1 Wildan Sholih SPd MSi dan Wakil Sekretaris 2 Abdul Wahabi SKom. Hadir juga dalam kegiatan tersebut Dewan Penasihat DPW LDII Sumsel H Yunus Iskandar. “Kerja sama ini sangat luar biasa,” ujar Rahmatullah. Dikatakannya, dalam pelaksanaannya, santri dan pelajar SMP dan SMA Aziziah, yang berada di bawah naungan LDII diwajibkan membuang botol kaca, botol plastik, sisa gelas air mineral, kaleng, dan sampah anorganik lainnya ke bak sampah plastik. Sampah anorganik memang sering kali menjadi perhatian karena sulit terurai secara alami dan dapat mencemari lingkungan dalam jangka waktu yang lama. Untuk itulah perlu penanganan ekstra. Nantinya, setelah sampah anorganik yang dipilah dalam bak sampah terkumpul sampah ini akan dibawa ke Bank Sampah Graha Pena untuk diolah lebih lanjut. Dalam kegiatan ini melibatkan para murid dan santri, sehingga lingkungan benar-benar bisa bersih. Tak hanya sekolah tapi juga masjid dan rumah di kompleks Kantor DPW LDII Sumsel. ‘’Secara keseluruhan jumlah pelajar kita sekitar 300 orang,’’ katanya. Lebih lanjut Rahmatullah, mengatakan, pihaknya sangat mendukung dan men-support semua kegiatan untuk kemaslatan umat. ‘’Bila perlu di sini akan kita jadikan contoh untuk wilayah Sumsel. Nantinya ke depan, kerja sama ini bisa dikembangkan ke DPC LDII yang ada di kabupaten/kota dan juga tingkat kecamatan,’’ jelasnya. Dikatakan, masalah sampah perlu solusi bersama. Tak hanya pemerintah, tetapi juga semua pihak termasuk LDII. ‘’Bahkan salah satu program LDII yakni menyangkut masalah energi terbarukan. Jadi memang LDII sangat men-support program lingkungan. Semoga kerja sama ini membawa kebaikan bersama. Baik bagi LDII, para murid dan santri, serta bagi Bank Sampah Graha Pena,” katanya. Kegiatan ini juga sebagai upaya meningkatkan kesadaran semua elemen masyarakat terhadap kebersihan. Pelajar juga bisa membedakan mana sampah organik dan sampah anorganik. ‘’Kita bantu Pemkot Palembang, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam menjaga kawasan Kota Palembang agar tetap bersih dan nyaman,” tegasnya. Untuk pelaksanaannya sendiri, pihaknya akan mensosialisasikan pemilahan sampah anorganik dan organik ke pelajar dan santri. Saat sampah dipilah dengan benar, bahan-bahan yang bisa didaur ulang akan lebih mudah diproses tanpa tercampur dengan limbah lain yang bisa mengotori atau merusaknya.